PRIBAHASA


Bangjek.com Dapat Menyimpulkan Pribahasa merupakan suatu kata khiasan yang dimana kata pribahsa ini banyak digunakan oleh orang orang sementara kata yang benar menurut Aturan Eyd atau bahasa bakunya adalah Peribahasa, namun disini tidak teralalu di permasalahkan,  karena makna dari peribahasa atau pribahasa itu sendiri sama, namun pengejaan atau pengucapan nya saja yang berbeda.

Namun menurut kamus bahasa indonesia, Pribahasa Atau Peribahasa pengertiannya adalah suatu kalimat yang menyampaikan suatu maksud tertentu contohnya untuk mengungkapan suatu keadaan atau kelakuan seseorang bahkan suata perbuatan atau hal pada diri kita sendiri.Adapun bentuk isi dari pribahasa atau peribahasa ini adalah berbentuk suatu perumpamaan, ungkapan , pepatah, ibarat, serta Tamsil(permasamaan).  

Nah kali ini langsung saja Bangjek.com akan memberikan contoh pribahasa atau peribahasa yang bisa kalian pelajari meskipun sudah banyak kesamaan contoh peribahasa yang ada.

Berkikut pribahasa nya dari abjad a-z yang dapat anda rangkum.

A.
1.Air beriak tanda tak dalam (artinya orang yang banyak cakap atau sombong biasanya kurang ilmunya)
2.Akal tak sekali tiba (artinya tak ada suatu usaha yang sekali terus jadi dan sempurna)
3.Alur bertempuh, jalan berturut (artinya dilakukan menurut adat (kebiasaan) yang lazim)
4.Angan-angan menerawang langit (artinya mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi)
5.Angan mengikut tubuh (artinya bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan)
6.Ampang sampai keseberang, dinding sampai kelangit (artinya persahabat yang akan mudah putus dan tidak akan berbaik lagi)
7.Akik di sangka batu ( artinya menghina)
8.Ada uang ada barang (atinya jika mau membayar banyak akan mendapatkan barang yang lebih baik)
9.Adat diisi, lembaga dituang (artinya melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan)
10.Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung (artinya segala sesuatu ada tata caranya)
11.Adat bersendi syarak,syarak bersendi adat (artinya pekerjaan/ perbuatan hendaklah selalu mengingat aturan adat dan agama, jangan bertentangan satu dengan yang lain)
12.Air besar batu bersibak (artinya persaudaraan keluarga menjadi cerai berai apabila terjadi perselisihan)
13.Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam (artinya tidak enak makan dan minum karena terlalu sedih)
14. Akal pulas tak patah (artinya orang yang pandai tak mudah kalah dalam perbantahan)
15.Amra di sangka kedondong (artinya sesuatu yang baik di sangka buruk)
16.Anak di pangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan ( disusui) (artinya selalu membereskan memikirkan urusan orang lain tanpa mempedulikan diri sendiri)
17.Anak orang anak orang  juga (artinya seseorang yang asing bagi kita akan tetap asing  juga)
18.Anak tiri disayangi, anak tiri dibengkengi (artinya bagaimanapun adilnya seseorang, kepentingan sendiri juga yang diutamakan)
19.Angan lalu paham bertumbuk (artinya menurut pikiran mungkin untuk dikerjakan, tetapi sukar pelaksanaannya)
20.Air tenang biasa  menghanyutkan (artinya orang diam biasanya banyak pengetahuannya)
21.Air susu di balas air tuba (artinya kebaikan yang dibalas dengan kejahatan)
22.Anjing menggonggong kafilah berlalu (artinya tidak peduli pada omongan, cemoohan, dan ciciran orang lain)


B.
1.Babi merasa gulai (artinya menyama-nyamai orang besar kaya)
2.Badak makan anak (artinya ayah membuang anaknya karena takut akan binasa kebesarannya (pada raja-raaja zaman dahulu))
3.Besar kayu besar bahannya, kecil kayu kecil bahannya ( artinya jika penghasilan besar pengeluaran pun besar pula)
4.Bahasa menunjukkkan bangsa (artinya budi bahasa atau perangai serta tutur kata menunjukkan sifat dan tabiat seseorang)
5.Berlayar sampai kebatas, berlayar sampai kepulau (artinya segala usaha hendaklah sampai kepada maksudnya)
6.Batu hitam tak bersanding (artinya tampaknya lemah lembut, tetapi keras hatinya)
7.Bagai pinang di belah dua(artinya sama besar, serupa benar)
8.Buruk muka cermin di belah (artinya karena aibnya / kesalahannya orang lain di persalahkan)
9.Bagai anak kehilangan induk (artinya ribut dan bercerai berai karena kehilangan tumpuan)
10.Berdiak di abu dingin (artinya tidak mendapatkan apa-apa dari tuan, saudara,rumah, dsb)
11.Berkepanjangan bagai agam (artinya perbuatan atau perkataan yang berlarut-larut, beragam berlarut-larut, tidak berkesudahan)
12.Berguru kepalang ajar,bagai bunga kembang tak jadi (artinya ilmu yang dituntut secara tidak sempurna, tidak akan berfaedah)
13.Berbilang dari esa, mengaji dari alif (artinya mengerjakan sesuatu hendaknya dari permulaan, menurut aturan)
14.Bagai alu pencungkil duri ( artinya dialahkan oleh orang lemah, bodoh)
15.Bagai guna-guna alu sesudah menumbuk dicampakkan (artinya dihargai sewaktu diperlukan, setelah tidak berguna lagi di buang)
16.Belum beranak sudah ditimang (artinya bersenang-senang sebelum maksudnya tercapai)
17.Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian (artinya untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pang menyerah)
18.Berat sama dipikul ringan sama dijinjing (artinya bersama-sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah)


C.
1.Condong yang akan menimpa (artinya perbuatan yang akan mendatangkan celaka)
2.Coreng arang dimuka (dahi) (artinya mendapat malu besar)
3.Cencang dua seperangai (artinya sekali jalan, dua pekerjaan selesai)
4.Cencang putus tiang tumbuk (artinya putus yang mengikat)
5.Cencaru makan petang (artinya pekerjaan yang lambat tetapi hasilnya cepat)
6.Cacing menelan naga (artinya orang bangsawan yang diperistri oleh orang kebanyakan/bukan bangsawan)
7.Cacing menjadi ular naga (artinya orang kecil/ hina yang menjadi orang besar/mulia)
8.Campak bunga dibalas dengan campak tahi (artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan)
9.Cari umbut kena kuku (artinya mencari sesuatu hal yang baik, namun mendapatkan hal yang buruk)
10.Cempedak berbuah nangka (artinya memperoleh hasil lebih dari yang diharapkan)
11.Cerdik bagai ekor kerbau (artinya melakukan suatu pekerjaan yang dapat merugikan diri sendiri)
12.Cincin emas takkan tampan bermata kaca (artinya gadis yang elok dan hartawan tak kan sejodoh orang yang miskin dan bodoh)
13.Cubit paha sendiri dulu, baru cubit paha orang lain (artinya pikirkan tentang diri sendiri dahulu, sebelum melakukan sesuatu terharap orang lain)


D.
1.Dari semak ke belukar (artinya meninggalkan sesuatu yang buruk, mendapatkan yang buruk pula)
2.Dangkal telah keseberangan, dalam telah ajuk (artinya telah diketahui benar-benar bagaimana isi hatinya dan perangainya)
3.Dalam laut boleh ajuk, dalam hati siapa tahu (artinya apa yang tersembunyi dihati seseorang tidak dapat kita ketahui)
4.Di alas bagai memengat (artinya kalau berkata hendaknya jangan asal berkata saja)
5.Ditimbun anai-anai (artinya yang biasa bersalah juga yang dituduh orang dalam suatu kejahatan)
6.Duduk sama rendah berdiri sama tinggi (artinya sejajar dalam martabat/ tingkat/ kedudukan)
7.Dikasih hati minta jantung (artinya orang yang tak tahu terima kasih atau melunjak)
8.Datang tidak dijemput, pulang tidak diantar (artinya tidak dipedulikan atau diabaikan)
9.Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung (artinya hormatilah adat dan budaya ditempat kita berada)
10.Datang tampak muka ,pulang tampak punggung ( hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang)
11.Datar bak lantai papan, licin bak dinding cermin (artinya keputusan yang sangat adil)
12.Daun mengenalkan pohonnya (artinya dari perilaku dan budi bahasa dapat diketahui mengenai asal usulnya)
13.Di bawah ketiak orang (artinya berada di bawah kekuasaan orang lain)
14.Diluar berkilat di dalam berongga (artinya baik secara lahiriah, tetapi buruk secara batiniah )
15.Di mana lalang habis disitu api padam (artinya di mana mati di situlah di kuburkan)


E.
1.Elok arang di hari panas (artinya orang yang bersuka cita karena maksud/tujuan nya telah tercapai)
2.Emas berpeti, kerbau berkandang (artinya harta benda haruslah disimpan / dijaga dengan baik supaya tidak hilang)
3.Enggan seribu daya, mau sepatah kata (artinya kalau tidak suka biasanya banyak alasannya)
4.Enak lauk di kunyah-kunyah, enak kata di ulang-ulang (artinya nasihat yang baik perlu di ucapkan berulang-ulang)
5.Empang sampai keseberang, dinding sampai kelangit (artinya perselisihan yang sudah tidak dapat di damaikan , aturan yang sudah tidak dapat di ubah)
6.Elok buruk dan busuk hanyir (artinya kesenangan dan kesulitan selalu beriringan)
7.Elang terbang mengawan, agas hendak mengawan juga (artinya orang miskin/ hina hendak meniru tingkah laku orang- orang kaya)
8.Ekor anjing berapa pun di lurut tiada juga betul (artinya orang yang tabiat jahat, meskipun berkali-kali dinasihati tetap saja berbuat jahat)
9.Esa hilang dua terbilang (artinya berusaha terus dengan keras hati hingga maksud tercapai)


F.
1.Fikir itu pelita hati (artinya pkiran adalah suluh kebenaran)


G. 
1.Gadai terdorong ke cina (artinya terlanjur, tidak dapat ditarik kembali)
2.Gagak bersuara murai (artinya rupanya bodoh/ dugu/ hina , tetapi baik tingkah laku dan budi bahasanya)
3.Gagak dimandikan tujuh kali seharipun, tak kan putih bulunya (artinya orang jahat, walaupun diberikan kesenangan, namun kalau mendapat kesempatan,pasti akan di ulanginya lagi perbuatan jahatnya)
4.Gaharu di bakar kemenyan berbau (artinya orang yang memperlihatkan kelebihannya supaya di percaya oleh orang lain)
5.Gajah bergajah, pelanduk mati tersepit (artinya kalau oarang-orang yang berkuasa saling berselisih, maka orang-orang kecil / rakyat hanyalah yang akan mendapatkan kesusahan)
6.Gajah berhati, kuman pun berhati juga (artinya kaya/ berkuasa dan miskin/ rendahan sama-sama memiliki pemikiran dan nafsu)
7.Gajah di kalahkan pelanduk (artinya orang yang berkuasa yang di kalahkan oleh orang kecil/rendahan)
8.Gali lobang menutup lobang (artinya meminjam uang/ berhutang untuk membayar hutang)
9.Garam di laut asam di gunung, akhirnya bertemu dalam belangga (artinya perjodohan tidak mengindahkan bangsa dan derajat)
10.Gaya saja, rasanya wallah (artinya rupanya saja yang elok, tetapi tingkah laku dan budi bahasanya buruk)
11.Gayung tua, gayung memutus (artinya perkataan orang tua biasanya tepat)
12.Gedang kayu, gedang dahannya (artinya banyak penghasilan /pendapatan, maka banyak pula pengeluaran)
13.Geleng seperti si patung kenyang (artinya berjalan melonjak-lonjak karena sombong)
14.Gerah tak mencium bau (artinya tertimpa kemalangan tanpa disadari)
15.Gigi tanggal, rawan mudah (artinya keinginan yang datang setelah tidak ada kesempatan yang tersisa)
16.Guru kencing berdiri, murid kencing berlari (artinya murid yang mencontohkan tingkah laku gurunya)


H. 
1.Habis akal baru tawakal (artinya berserah diri kepada tuhan sesudah tiada lagi ikhtiar/ upaya yang dilakukan)
2.Habis manis sepah di buang (artinya digunakan/ diperlukan hanya pada saaat ada perlunya saja, setelah itu di tinggalkan)
3.Habis miang karena bergeser (artinya sesuatu yang kurang menyenangkan tidak akan terasa sulit apabila telah menjadi kebiasaan)
4.Hari ini sedang panas panjang, kacang telah lupakan kulitnya ( artinya orang miskin yang sudah menjadi kaya, namun lupa akan asalnya)
5.Harimau bertempek takkan makan orang (artinya orang yang terlalu marang biasanya tidak sampai memukul)
6.Harimau ditakuti sebab giginya (artinya orang besar/ berkuasa di takuti karena kekuasaannya)
7.Harimau hendak menghilangkan jejaknya (artinya orang jahat yang hendak menyembunyikan kejahatan)
8.Harimau mati meninggalkan belangnya, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama (artinya orang baik mati meninggalkan nama/kenangan baik, sedangkan orang jahat mati meninggalkan nama/ kenangan jahat)
9.Harum meninggalkan bau (artinya keburukan telah ditutupi kebaikan)
10.Hendak bertanduk kepala di pahat (artinya karena hendak menunjukkan kemegahan, rela berhutang atau berbuat sesuatu yang dapat mendatangkan kesulitan pada diri sendiri)
11.Hendak harum terlalu hangit (artinya karena terlalu hendak meninggikan,akhirnya hanya mendapat malu)
12.Hendak meluruskan ekor anjing (artinya sangat susah untuk bisa mengubah tingkah laku yang sudah menjadi tabiat)



I.
1.Ibarat negeri berubah asam, ibarat tahun berubah musim (artinya orang yang tidak tetap kedudukannya )
2.Ibarat perahu tak kan karam sebelah (artinya kaum keluarga yang ikut bersimpati atas kecelakaan/ musibah yang menimpa kerabatnya)
3.Ibarat ayam, tiada mengais tiada makan (artinya sangat miskin)
4.Ibarat bunga, sedap dipakai layu di buang (artinya perempuan yang sangat dikasihi ketika masih muda, tetapi diterlantarkan/ diceraikan setelah tua)
5.Ibarat rumput yang sudah kering, di timpa hujan segar kembali (artinya orang melarat yang mendapatkan pertolongan)
6.Ikan bergantung, kucing tunggu (artinya kesal melihat barang yang di ingini, tetapi tak mungkin dapat)
7.Ikan dalam keroncong (artinya sudah tidak bisa di tolong lagi)
8.Ikannya belum dapat, airnya sudah keruh (artinya perbuatan/tindakan yang tidak bijaksana)
9.Ilmu padi, makin berisi makin tunduk (artinya orang semakin banyak pengetahuannya sersikap semakin merendah)
10.Intan berlian jangan di pijakkan (artinya keuntungan/ mengharapkan jangan dielakkan)



J. 
1.Jadi penghubung ujung lidah (artinya orang yang menyampaikan pesan dalam suatu perundingan)
2.Jadi penghubung kaki tangan (artinya tempat yang menjadi harapan atau kepercayaan yang selalu memberikan pertolongan)
3.Jalan mati ladi di cuba, inikan pula jalan binasa (artinya orang yang berani dan tidak memilih apa yang ingin diperbuatnya)
4.Jalan raya titian batu (artinya adat/aturan yang belum berubah)
5.Janda belum berlaki (artinya gadis yang sudah ditinggalkan oleh lelaki yang pernah menjadi kekasihnya)
6.Janda berhias (artinya janda yang belum memiliki keturunan)
7.Jangan bercermin di air keruh (artinya jangan mengikuti teladan/ contoh yang buruk)
8.Jangan berkemudi di haluan (artinya terlalu menuruti/ mengikuti kata istri/ orang lain)
9.Jangan bersandar di batang rengas (artinya janganlah mencari perlindungan pada orang besar/ berkuasa tidak baik/ jahat)
10.Jangan buat kerbau tunduk panjang (artinya jangan suka ikut campur urusan orang lain)
11.Jarum halus kelindan sutera (artinya tipu muslihat yang sangat halus)
12.Jauh bau bunga, dekat bau tahi (artinya perihak sanak saudara, bila jauh selalu terkenang tetapi bila dekat selalu bertengkar)
13.Jauh di mata dekat di hati (artinya meskipun tetap jauh berpisah tetapi tidak lupa pada yang di tinggalkan)
14.Jika tak ada rotan akar pun berguna (artinya jika tak ada barang yang baik, yang jelek pun dapat di pakai)
15.Jikalau beranak ikut kata bidan (artinya turuti nasihat orang yang lebih ahli/ bijak dari pada kita)



K.
1.Kaki pekuk lenggang ke perut (artinya orang yang buruk rupa dan bodoh)
2.Kaduk kena baja (artinya orang yang tidak berguna tetapi panjang umurnya)
3.Kais pagi makan pagi, kais petang makan petang (artinya orang miskin yang harus bekerja setiap waktu)
4.Kain dalam acar di kutip dicuci, hendak masuk ke longkang juga (artinya orang yang bertabiat jahat, walaupun diperbaiki, sekali ia akan berbuat jahat juga)
5.Kalau ada angin bertiup, tak akan pohon bergoyang (artinya suatu keajaiban sudah ada tentu penyebabnya)
6.Kalau anjing bisa makan tahi, tak makan hidup ada jiga (artinya orang yang berbuat jahat sekali akan teringat juga untuk mengulanginya lagi)
7.Kalau baik disebut orang, kalau jahat-jahatlah (artinya perbuatan yang baik disebut baik, sedangkan perbuatan yang jahat akan disebut jahat)
8.Kalau boros lekas kerugian (artinya boros terhadap pendapatan / penghasilan yang sedikit dan akhirnya mendatangkan kesulitan)
9.Kalau pandai menitu buih, selamat badan ke seberang (artinya jika keras kemauan untuk mengerjakan sesuatu yang sukar, niscaya maksud tercapai)
10.Kalau pandai menyencang akar, mati lalu ke pucuknya (artinya mengerjakan sesuatu yang sukar di kerjakan)
11.Kambing menyusui anak harimau, besar dia dipatahkan tengkuknya (artinya akibat yang akan diterima jika menolong orang jahat yang sedang dalam kesusahan)
12.Kapal besar di tunda jongkong (artinya orang yang berkuasa yang menuruti perintah dari bawahannya)
13.Karam berdua basah seorang (artinya dua orang yang berbuat salah, namun seorang raja yang di hukum)
14.Kelapa muda tak berminyak (artinya pemuda yang masih belum ada pengalaman)
15.Kasih itu roh yang buta (artinya kasih sayang tidak memilih/mengenal yang baik atau yang rupawan saja)


L. 
1.Lading tajam sebelah (artinya selalu mau menerima pemberian orang, tetpi enggan untuk memberi)
2.Lagi jatuh di timpa tangga (artinya mendapatkan kesulitan bertubi-tubi)
3.Laba tertinggal, harta lingkap (artinya laba tidak di peroleh, namun modalnya juga lenyap/hilang)
4.Lain bengkak lain bernanah (artinya orang lain yang tidak  bersalah yang menanggung akibatnya )
5.Lain sakit lain diobat, lain luka lain di bebat (artinya jawaban yang tidak sesuai pertanyaan)
6.Laksana burung diam dalam sangkar (artinya orang yang hidupnya terkait dengan sesuatu)
7.Laksana cempedak mambung, pulur saja jual tak laku (artinya perempuan gemuk yang tidak di sukai orang)
8.Laksana kumbang menyari bunga, kumbang pun terbang bunga pun layu (artinya lelaki yang suka mempermainkan perempuan, perempuan itu pun merana)
9.Lalat langau mengerumuni bangkai (artinya para lelaki yang berkumpul di rumah perempuan jahat)
10.Lambat laga asalkan menang (artinya biarpun lambat bekerja asalkan maksud tercapai sesuai harapan)
11.Laut mna yang tak berombak, bumi mana yang tak di timpa hujan (artinya segala usaha pasti ada bahaya atau kesulitannya)
12.Layar menimpa tiang (artinya kawan yang menjadi lawan)
13.Lebih baik berputi tulang, dari pada berputih mata (artinya lebih baik mati dari pada harus menanggung malu yang teramat sangat)
14.Lepas kaki leher terjerat (artinya orang yang jahat tidak dapat menyembunyikan kejahatannya lagi)
15.Luka sembuh, bekasnya tinggal juga (artinya dua orang bercedera walaupun telah berbaik, tiadalah akan dapat seperti sedia kala)



M. 
1.Macam anak dara tak datang tunangannya (artinya selalu membengkalaikan pekerjaan)
2.Macam orang biduk (artinya orang yang makan dan minum bersama-sama , tetapi bayar sendiri-sendiri)
3.Macam memegang tali layang-layang (artinya orang yang berkuasa dalam penghidupan seseorang ataupun orang banyak)
4.Mahal di beli sukar dicari (artinya sesuatu yang sangat susah dipeoleh)
5.Main air basah, main api letur, main pisau luka (artinya segala perbuatan atau pekerjaan akan meninggalkan akibatnya)
6.Makan bersabitkan (artinya mendapatkan makanan dan minuman tanpa bekerja)
7.Makan bubur panas-panas (artinya bertindak secara tergesa-gesa dan akhirnya mengecewakan)
8.Makan diluar beranak di dalam (artinya mengotori tempat berlindung , menghianati orang yang memberikan pertolongan)
9.Makan keringat orang (artinya mengecap kesenangan dengan cara memeras orang lain)
10.Makin murah, makin menawar (artinya semakin di beri semakin banyak yang di minta)
11.Maksud hati memeluk gunung, a;pa daya tangan tak sampai (artinya ingin akan sesuatu yang besar tetapi tidak berdaya untuk mendapatkannya)
12.Makan nasi kawah (artinya hidup sebagai buruh; berada dalam penghidupan orang tua)
13.Mana busuk yang tidak berbau? (artinya tidak ada kejahatan yang dapat disembunyikan selamanya)
14.Musuh dalam selimut (artinya musuh yang terdapat dalam kawan sendiri)



N.
1.Naga ditelan ular lidi (artinya anak bangsawan yang kawin / menikah dengan orang biasa/ rakyat jelatah)
2.Naik basuh kaki saja (artinya mengerjakan suatu pekerjaan dengan mudah)
3.Naik dari jenjang, turun dari tangga (artinya melakukan suatu pekerjaan menurut aturan)
4.Naik kerumah bercuci kaki saja (artinya kawin/ menikah tanpa mengeluarkan biaya hanya mengeluarkan biaya sedikit saja)
5.Nampak gabak di hulu (artinya tanda yang menunjukkan akan terjadi suatu hal)
6.Nampak kulitnya tahulah isinya (artinya sifat seseorang dapat dilihat dari rupa dan gerak geriknya)
7.Nasi basi penolak nafsu (artinya putus kasih sayang/ tali persaudaraan karena telah lama tidak bersilaturahmi)
8.Nasi masak periuk pecah (artinya hukuman yang sudah diputuskan tidak dapat dibanding/ gugat lagi)
9.Nasi sama di tanak, kerak dimakan seorang (artinya pekerjaan dilakukan bersama sama, tetapi keuntungan di ambil seorang diri)
10.Nasi sudah menjadi bubur (artinya sudah terlanjur; sudah tidak dapat di ubah)
11.Nasi tersaji di lutut (artinya keuntungan diperoleh dengan mudah)
12.Neraca berbatu intan (artinya hukuman yang sangat adil)
13.Nyawa bergantung diujung kuku (artinya berada dalam keadaan yang sangat berbahaya)



P.
1.Pagar makan tanaman (artinya orang yang wajib memelihara, yang merusakkan)
2.Pacat ingin menjadi ular (artinya orang miskin/ hina yang bertingkah laku seperti orang kaya)
3.Pahit di luar manis di dalam (artinya berkata-kata kasar dan keras tetapi sebenarnya maksudnya baik)
4.Panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari (artinya kebaikan yang telah banyak dihapuskan oleh kesalahan sedikit saja)
5.Pandai berminyak air (artinya orang yang pandai mempergunakan barangnya yang kurang harganya, tetapi baik juga hasilnya)
6.Pucuk di cinta ulam tiba (artinya mendapat sesuatu yang dibutuhkan)
7.Putus benang dapat dihubung, putus arang susah sekali (artinya perselisihan antara saudara sendiri, mudah berbaik kembali)




R.
1.Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya (artinya usaha yang tiada henti pasti akan membuahkan hasil yang baik)
2.Raja adil raja disembah, raja alim raja disanggah (artinya pemimpin yang baik akan dihormati rakyatnya, sedangkan pemimpin yang tidak baik tidak akan dihormati rakyatnya)
3.Ramai beragam, rimbun menyelara (artinya kebahagiaan masing-masing orang tidak selalu sama)
4.Rambut sama hitam, hati masing-masing (artinya setiap orang memiliki hidupnya masing-masing)
5.Rasa air ke air, rasa minyak ke minyak (artinya mencarai kaumnya atau bangsanya sendiri)
6.Rebung tidak jauh dari rumpun (artinya perangai anaknya tidak akan jauh berbeda dengan perangai orang tuanya)
7.Redup atau panas kerak (artinya suatu pekerjaan yang tidak disertai modal besar)
8.Rendah gunug, tinggi harapan (artinya orang bijak yang mempunyai cita-cita yang tinggi)
9.Reak kayu boleh di simpan, retak pinggan susah hilangnya ( artinya perkara kecil yang mudah untuk diselesaikan, perkara besar sulit untuk diselesaikan dan dilupakan)
10.Retak tanda akan pecah (artinya perkara kecil yang akan menjadi besar jika datang lagi permasalahan)
11.Rindu akan jadi batas, maka manis tidak jadi cuka (artinya pertemanan yang sangat erat, namun jika terjadi perselisihan sedikit saja akan membuat terpisah)
12.Ringan tulang, berat perut (artinya siapa yang akan rajin bekerja, maka ia akan mendapatkan rezeki yang lebih)
13.Rumah buruk disapu cat (artinya orang tua yang suka berdandan)
14.Rumah terbakar tikus habis ke luar (artinya uang sudah habis, tetapi yang diinginkan belum didapat)
15.Rupa harimau hati tikus (artinya rupanya gagah berani tetapi penakut)
16.Rusa dihutan, kancah sudah terjerang (artinya sebelum membeli barang hendaklah dipikirkan terlebih dahulu)


S.
1.Sakit hati berulam jantung (artinya perasaan yang sangat sedih)
2.Sahaja basahan jadi air mandi (artinya orang yang berusaha menutupi kesalahannya, padahal semua orang sudah mengetahuinya)
3.Sakit kepala panjang rambut, patah selera banyak makan (artinya orang yang berpura-pura di depan orang lain)
4.Sakit sama digaduh, luka sama menyiuk (artinya sikap yang sangat setia, sehidupsemati, senasib, dan sepenanggungan)
5.Sambil berdendang biduk hilir ( artinya melakukan dua pekerjaan sekaligus)
6.Sambil berdiang air masak (artinya sambil mengerjakan suatu pekerjaan, selesai pula pekerjaan yang lain)
7.Sambil menyelam minumair, sambil menyeruduk gelas lalu (artinya sekali melakukan suatu pekerjaan, beberapa maksud tercapai)
8.Samir tak habis, kejang pula (artinya belum bayar hutang yang lama sudah hendak berhutang lagi)
9.Samun berdarah dingin (artinya suatu permasalahan harus diputuskan setelah ada bukti yang sah)
10.Satu nyawa dua badan (artinya suami yang sangat setia pada isterinya, begitu pula sebaliknya )
11.Sebusuk-busuknya daging dikincah dimakan juga, seharum-harumnya tulang dibuang (artinya jika anggota keluarga berbuat salah akan dimarahi, tetapi setelah itu diampuni, namun jika orang lain yang berbuat salah pasti tidak akan dimaafkan)
12.Sedangkan tupai lagi gawal (artinya orang yang sangat ahli sekalipun pasti juga akan melakukan kesalahan)
13.Sedia payung sebelum hujan (artinya sebaiknya berjaga-jagalah sebelum terjadi sesuatu yang membahayakan)
14.Segan berpayuh, hanyut serantau (artinya seorang pemalas hanya akan menjadi beban keluarga )
15.Sekerat ular, sekerat belut (artinya orang yang bermuka dua)
16.Senjata makan tua (artinya sesuatu yang ditujukan untuk alasan tertentu, tetapi justru mencelakakan dirinya sendiri)


T.
1.Tahu dimakan tahu simpan (artinya dapat menyimpan rahasia dengan baik)
2.Tak ada gading yang tak retak (artinya masing-masing orang mempunyai kekurangan sendiri)
3.Tak ada laut yang tak berombak (artinya tiap pekerjaan itu ada bahaya atau kesulitan)
4.Tak ada rotan, akar pun jadi(artinya jika tidak ada yang baik, yang kurang baik pun bisa digunakan)
5.Tak kan ada katak beranak ular (artinya seseorang yang berjiwa pengecut selamanya tidak akan menjadi pemberani)
6.Takut hantu,terpeluk bangkai (artinya menghindari bahaya yang kecil, tetapi justru mendapatkan bahaya yang lebih besar)
7.Takut kepada ular terkejung kepada bengkarung (artinya merasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya)
8.Tambah air tambah sagu (artinya jika tugas/pekerjaan kita bertambah, maka penghasilan pun akan bertambah)
9.Tanam cempedak tumbuh nangka (artinyamemperoleh suatu lebih dari yang diharapkan)
10.Telaga dibawah gunung (artinya isteri yang mampu memberikan kebagian pada suaminya)
11.Telentang sama diminum airnya, telungkup sama termakan tanah (artinya bersama-sama dalam menjalani kehidupan)
12.Tempat makan jangan diberaki (artinya jangan melakukan perbuatan buruk kepada orang yang telah memberikan kebaikan kepada kita)
13.Tiada air sungai mengalir ke hulu (artinya anak tidak akan membalas pengorbanan orang tuanya)
14.Titah dijunjung, perintah dijalankan (artinya menuruti perintah pemimpin)
15.Tukang tuak membuang kayu (artinya orang bijaksana yang mampu menghargai orang lain)
16.Tuntulah ilmu hingga ke negeri cina (artinya tuntulah ilmu kemanapun jauhnya kita harus mencari)
17.Tumbuk tanak terserah kepada badan seorang (artinya berusaha untuk hidup mandiri, walaupun banyak orang yang menawarkan pertolongan)


U.
1.Udang hendak mengintai ikan (artinya tidak insaf akan kekurangandirinya sendiri)
2.Uang gampang dicari, sahabat susah didapat (artinya jika bersahabat harus hati-hati, timbang menimbang supaya jangan tersinggung hatinya)
3.Ubun-ubun masih bergerak sudah angkuh (artinya orang yang belumberpengalaman, tetapi sudah sombong)
4.Ujung jarum halus kelindan sutera (artinya tipu muslihat yang sangat halus)
5.Ulam mencari sambal (artinya perrempuan yang mencari lelaki)
6.Ular yang telan babi, cacing yang bengkak perut (artinya iri hati melihat keberuntungan orang lain)
7.Umpama anjing makan muntahnya (artinya orang yang tamak dan tidak akan memilih apa yang akan diperbuatnya)
8.Umpan menyembunyikan pancing (artinya bersikap baik karena mengharpkan timbal balik)
9.Umpan tak membunuh, puji tak menyerang (artinya baik pujian maupun celaan tidak perlu didengarkan)
10.Untung bagai roda pedati, sekali dibawah sekali di atas (artinya nasib seorang selalu berubah)
11.Upah bidan pun tak terbayar (artinya anak-anak nakal yang menyusahkan orang tuanya)
12.Usahlah teman dimandikan pagi (artinya tidak perlu mempermainkan orang lain dengan berlebihan)
13.Untung batu tenggelam (artinya tak ada seorang pun yang dapat menghindar dari takdir)



W.
1.Waktu garuda dikalahkan ular (artinya perihal zaman antah berantah dalam dongeng)
2.Walau disepuh emas, kilat tembaga tampak juga (artinya bagaimana pun orang jahat diajari, tetap sifat jahatnya itu kelihatan juga)
3.Walau seribu anjing menyalak, gunung tak kan runtuh (artinya orang yang mempunyai prinsip teguh tidak akan goyah, walaupun banyak godaan yang menghampiri)
4.Walau sungai mengalir ke laut, laut tiada akan bertambah (artinya pemberian orang miskin kepada orang kaya tidak akan terasa perubahan bagi mereka)
5.Walaupun ada umpan, belum tentu ada ikan (artinya walaupun dalam melakukan sesuatu pekerjaan telah ada persediaan yang cukup , tetapi belum akn berhasil dengan baik )
6.Walau melawan angin (artinya perbuatan yang sia-sia)
7.Wayang kepadaman damar (artinya kekacauan yang terjadi secara tiba-tiba)




Y.
1.Ya sepanjang hari, janji sepanjang jalan (artinya mudah untuk berjanji, tetapi sulit untuk menepati)
2.Yang berbaris yang berpahat, yang bertakung yang bertebang (artinya pekerjaan yang mudah menurut aturan)
3.Yang berpayung yang ditembak (artinya orang yang berkuasalah yang dijadikan sebagai tempat untuk meminta pertolongan)
4.Yang berpuru selalu hendak menggaruk (artinya orang yang melakukan kesalahan, suatu saat pasti akan terbongkar kesalahan itu)
5.Yang bungkuk juga akan dimakan sarung (artinya yang bersalah yang akan menanggung dosanya)
6.Yang dikejar tiada datang , yang dikandung berceceran (artinya kekayaan yang sudah habis untuk mencari rezeki, sedangkan keuntungan yang diharapkan tak kunjung tiba)
7.Yang disangka tidak menjadi, yang diam boleh ke dia (artinya lain yang berikhtiar, lain pula mendapatkan hasilnya)
8.Yang sehasta tak kan jadi sedepa (artinya sesuatu yang sudah pasti dan tidak dapat di ubah)
9.Yang tua dimuliakan yang kecil dikasihi (artinya orang yang pandai menempatkan diri di segala situasi)
10.Yang teguh disokong, yang rebah di tindih (artinya orang yang kaya di bantu, sedangkan orang yang lemah diperas)




Z.
1.Zaman tuk nadur berkajang kain (artinya zaman yang telah berlalu)
2.Zaman beralih, musim bertukar (artinya segala sesuatu hendaklah sesuaikan dengan keadaan zaman)
3.Zikir-zikir saja jatuhlah rezeki datuh dari langit (artinya rezeki itu datang dengan berdoa)

Nah itu tadi sedikit sharing dari bagjek.com, tentang kumpulan peribahasa. Semoga dengan adanya materi tersebut dapat menambah wawasan pengetahuan teman-teman semua.