iklan dibawah header

Sang pengobat alternatif, Ningsih Tinampi yang di ringkus aparat Kepolisian


Bangjek.com “Inspeksi mendadak atau sidak terhadap rumah sekaligus tempat pengobatan Ningsih Tinampi di Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dilakukan IDI. Kata Ketua IDI Kabupaten Pasuruan dr Sujarwo. Dalam aduannya, kata dia, masyarakat menyebut pengobatan alternatif yang dilakukan oleh Ningsih Tinampi tak lazim dengan tarif yang selangit. Dalam sidak ini juga dilibatkan Dinas Kesehatan, Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Pasuruan.

Menurut dia, petugas memantau langsung proses pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih mulai
proses pengobatan yang dilakukan mantan pekerja katering itu di ruang utama rumahnya yang telah
disulap menjadi ruang praktik pengobatan. “Sedikitnya ada tiga hal yang diminta petugas segera
diperbaiki oleh Ningsih, yakni proses antrean pasien yang terlalu lama, kebersihan lingkungan yang
kurang terjaga, serta penyajian makanan dan minuman bagi pasien yang dinilai kurang sehat,”
timpalnya.

Tetapi ada satu hal yang harus disampaikan dan diketahui oleh masyarakat luas bahwa pengobatan
seperti ini kan tak bisa dipertanggungjawabkan. Hasil dari pengobatan tersebut tak bisa
dipertanggungjawabkan karena memang nggak ada sisi ilmiahnya, imbuhnya. Ugik mengaku sudah
menerima laporan dari stafnya terkait praktik pengobatan Ningsih Tinampi. Ia juga mengetahui berbagai keluhan medis pasien dan cara mengobatinya dari video dan pemberitaan. 

Ningsih mengobati pasien dengan cara membaca Surat Al-Fatihah, mengobrol dengan pasien serta melakukan tindakan seperti pijat dan lain-lain. Ningsih menyakini hampir semua pasien yang datang padanya terkena santet. "Yang kami kekhawatiran begini ya, kalau pasien ini jelas-jelas ada gangguan medis. Misalnya ada permasalahan dengan levernya, kemudian sampai muntah darah, lalu dianggap itu santet. Ini yang bahaya karena akan dilakukan penanganan yang tidak semestinya. Ujung ujungnya nanti, ya maaf ya, adalah duit. Artinya, masyarakat yang polos nanti cenderung akan diambil keuntungannya, papar Ugik.

Lantas bagaimana tanggapan Ningsih Tinampi?
Menanggapi sidak mendadak petugas gabungan dari Dinas di Pemprov Jatim, Pemkab Pasuruan, Polda Jatim, Kejati, Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) dan Komisi Pelayanan Publik ( KPP ) Jatim, Ningsih Tinampi merespon biasa saja. Dia terlihat santai menyambut kedatangan petugas gabungan yang bertandang ke kediaman sekaligus tempat praktenya memberikan pengobatan kepada pasien, di Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/2/2020).
Bahkan, Ningsih Tinampi terang-terangan mengaku tidak takut dan badannya juga tidak gemetar, saat
menerima kedatangan para petugas secara mendadak.

Hal itu, karena dirinya terbuka terhadap kehadiran rombongan yang berasal dari berbagai dinas dan
lembaga tekait. Mulai dinas di Pemprov Jatim, Pemkab Pasuruan, IDI, polisi, hingga pihak kejaksaan dan lembaga terkait lainnya. Bahkan, Ningsih Tinampi mempersilahkan kepada rombongan dari manapun untuk datang ke kediamannya dan melihat langsung praktik pengobatannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel