iklan dibawah header

Kisah Mahasiswa WNI di Wuhan yang bertahan, ketika virus Corona meluas

                  Kisah Mahasiswa WNI di Wuhan yang bertahan, ketika virus Corona meluas
"Beberapa negara memang telah menyalurkan keinginannya untuk evakuasi warganya termasuk Amerika Serikat, Perancis, dan Australia. Semua negara, termasuk Indonesia, banyak tergantung dari sejauh mana pemerintah Tiongkok bisa mempertimbangkan saran dan tindakan bagi evakuasi tersebut: apakah evakuasi langsung kembali ke negara (asal) atau harus di wilayah China sendiri," kata juru bicara kemlu Teuku Faizasyah pada Senin (27/1). Ia menambahkan, pihaknya belum bisa memberikan "pandangan definitif" mengenai wacana mengevakuasi WNI di Wuhan. "Kami bangun komunikasi intens dengan pemerintah Tiongkok baik di tingkat pusat dan provinsi." Faizasyah mengatakan saat ini terdapat 243 WNI yang berada di daerah karantina, antara lain di kota Xianning, Guangxi, Enshi, dan Xiangyang, yang semuanya terletak di Provinsi Hubei.

Setidaknya masih ada 96 mahasiswa yang masih tinggal di asrama-asrama kampus di Wuhan. Mereka, katanya, mulai dilanda rasa khawatir luar biasa sejak pemerintah China menutup seluruh akses transportasi di sana dan melarang masyarakat setempat keluar dari Wuhan. Yang membuat tambah panik lagi, keluarga di Indonesia tak berhenti menelepon dan minta agar mereka segera pulang.

"Ya teman-teman ada yang minta pulang ke Indonesia, tapi sebenarnya semuanya ingin keluar dari Wuhan. Apalagi keluarga selalu telepon," ujar Nur Musyafak, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wuhan kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC Indonesia, Minggu (26/01). "Soalnya kan kami tak bisa keluar (Kota Wuhan), tapi kami coba menenangkan teman-teman, cuma tak bertahan lama, tetap saja khawatir. Apalagi berita di Indonesia, Wuhan seperti kota zombi, itu bikin panik."

Hingga Minggu (26/1/2020) sore, video yang diunggah Kompas TV kemarin Sabtu (25/1/2020) itu telah disaksikan sebanyak 380.591 kali. Lalu disukai hampir enam ribu kali dan dikomentari sebanyak 1.314 komentar. Dalam video, Rio bercerita, Wuhan sudah ditutup selama tiga hari. Artinya segala macam aktivitas manusia dibatasi, transportasi umum juga ditutup.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Duta Besar Indonesia di Beijing untuk memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Cina. 
Apa Penyebab Virus Corona Cepat Menyebar? Mirip Flu Burung, Terbongkar Dugaan Kecerobohan China Ini.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Duta Besar Indonesia di Beijing untuk memantau kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Cina. Komunikasi intensif dilakukan Retno Marsudi menyikapi virus corona yang menyebar di wilah Wuhan, Cina, dan sudah memakan korban jiwa.

"Kita (Kemenlu) terus melakukan komunikasi dengan Duta Besar (Dubes) kita yang ada di beijing, mengenai masalah penyebaran virus tersebut dan keberadaan warga negara Indonesia yang ada di sana," kata Retno Marsudi di kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020). Retno Marsudi mengatajan berdasarkan data terbaru, mahasiswa Indonesia yang berada di Wuhan dan sekitarnya sebanyak 428. "Mahasiswa kita di Beijing ada 1.280, sementara mahasiswa kita di Shanghai ada 840," ucapnya. Ia menjelaskan data tersebut diambil per Desember 2019. "90 persen mahasiswa yang ada di Wuhan dan sekitarnya sudah kembali ke Indonesia karena libur sampai pertengahan Februari. Karena ada libur Lunar New Year," ucapnya.

Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) sudah mendapatkan data masuk kuliah dan melakukan koordinasi dengan pihak universitas masing-masing. "Juga ada warga negara Indonesia yang lain, semuanya terpantau. Pantauan Dubes Indonesia di Beijing belum ada informasi terjangkitnya atau terkenanya WNI dari wabah yang sedang terjadi di Cina tersebut," ucapnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel