TANGANI KARHUTLA DI RIAU, KEPALA BMKG KESULITAN MEMBUAT HUJAN BUATAN

KARHUTLA DI RIAU

Kebakaran hutan yang melanda di Indonesia merupakan masalah yang sulit untuk diatasi. Kepala Badan Metodologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengaku kesulitan menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. 

Upaya merekayasa penyemaian garam di atas awan untuk menjadi hujan buatan di wilayah itu hingga kini sulit dilakukan. Akibat kebakaran hutan yang terjadi belakangan ini sejeak awal September BMKG mendekteksi adanya hujan di tujuh daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan utara, Papua Barat, dan Papua.

Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau hari ini. Kualitas udara berdasar pengukuran PM10 berkisar 182-201 ugram per meter persegi atau tidak sehat. Langkah untuk mengatasi hujan buatan sudah direncanakan di bulan juli lalu, namun selama 2 bulan ini kondisi di indonesia sangat sulit karena dengan cuaca yang sangat kemarau.

BMKG RIAU
BMKG
Baca juga :DI TOLAK MENGUTANG ROKOK, ANAK ELVY SUKAESIH KELUARKAN SENJATA TAJAM

Dari upaya hujan buatan tersebut, Rita mengaku telah berhasil melakukan pemadaman di beberapa wilayah. Akan tetapi, untuk saat ini upaya pemadaman karhutla Riau hasilnya belum optimal. Dia menjelaskan, dalam mengenai karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, BMKG telah menyiapkan strategi hujan buatan yang menggandeng BPPT, BNPB, dan TNI AU. Kabut asap yang menyelimuti daerah Riau mengakibatkan seorang ibu-ibu pengendara motor tiba-tiba sesak nafas.

BMKG, memprediksi puncak musim kemarau jatuh pada awal bulan Agustus . Namun,kemarau menjadi memicu sekaligus mempersulit kebakaran hutandi sejumlah wilayah di Indonesia. Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan jarak pandang di Riau saat ini henya sejauh 2,2 kilometer. Sejumlah titik api berhasil di padamkan pada Sabtu 14 September 2019, sehingga kabut asap mulai berkurang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel