Dampak Kebakaran Hutan Terbesar saat ini Asap nya Sampai Ke Negara Tetangga (Asean)

akibat kebakaran hutan asapnya sampai kenegara tetangga

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di daerah wilayah kalimantan dan Riau tersebut kembali kejadiaan pada tahun 2019. Bahkan, menurut catatan pada tahun 1997 menjadi salah satu kebakaran terbesar asapnya “dikirim” ke Brunai dan sebagian kecil wilayah Thailand, Vietnam, Filipina, dan Australia Utara.

Pada kebakaran tahun ini, asapnya pun sampai ke Malaysia. Sehingga membuat Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohammad akan menyurati Presiden Joko Widodo untuk mengeluhkan dampak asap kebakaran hutan Indonesia. Banyak nya yang telah terkena penyakit ISPA dimulai dari anak bayi, anak2, orang dewasa, sehingga di antara nya sudah ada yang meninggal dunia. 

Sementara kebakaran hutan di Kalimantan Tengah menyebabkan puluhan orang utan terjangkit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA akibat kabut asap yang di timbulkan kebakaran hutan.

Dampak kebakaran hutan tersebut membuat wilayah Kuching, serawak diselimuti kabut tebal. Namun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya membantah laporan Malaysia dan mengatakan asap kebakaran hutan Indonesia tidak menyebrang ke Malaysia, serta menuding Malaysia tidak membuka data kebakaran hutan dinegaranya.

Untuk itu, pemerintah pusat maupun daerah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dan mengurangi bencana alam yang sangat luas terdampaknya ini. Terlepas dari saling bantah soal data para pejabat dari dua negara, yang pasti pesawat yang mengangkut jemaah haji dari Arab Saudi dan hendak mendarat di Kalimantan Barat hari ini, harus beralih ke bandara Soekarno-Hatta lantaran tebalnya asap.

Sementara di Sumatera, beberapa daerah memutuskan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar sekolah karena kondisi udara yang semakin pekat. Tak Cuma manusia, kebakaran hutan tentu ganggu kehidupan hewan selaku penghuninya. 

Tak hanya itu, sejumlah hewan pun ikut menjadi korban Sebanyak dua ekor ular besar dan satu ekor ular kecil di temukan mati di tengah kebakaran lahan yang melanda kawasan Kalimantan Tengah. Peristiwa itu divideokan hingga menjadi viral di media sosial, mirisnya hewan-hewan ini harus mati mengenaskan dan menderita sakit karena terjebak api dan asap dari kebakaran.

Sampai kapan?
Akibatnya orang utan tepaksa masuk ke pemukiman warga untuk menyelamatkan diri sekaligus mencari makanan. Kebakaran yang terjadi di kawasan di duga penyebab satwa masuk ke pemukiman warga berupa semak, kebun karet, dan kelapa sawit. 

Selain ancaman kesehatan, operasional pun terganggu gara-gara kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah yang ada di indonesia. Pemerintah terus berupaya memadamkan api. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan akan mengarahkan satu pesawat untuk operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau TMC. Pesawat yang didatangkan adalah jenis CN295 yang dinilai lebih mumpuni.

Namun semua hal itu bukan pertama kali dijalani, tiap tahun pun begitu tapi kebakaran terus terjadi. Rasanya bukan lagi saatnya mencari siapa yang salah, tetapi cari solusi agar kebakaran tak terjadi lagi.

Selain itu kedua, perlu memanfaatkan hujan buatan. Menurutnya, jika ada hujan buatan, maka semua permasalahn krhutla bisa diselesaikan. Bom air juga salah satu upaya yang akan terus dilakukan untu memadamkan titik api.

Dan yang tak kalah penting, adalah penegakan hukum bagi mereka yang melanggar agar tidak lagi seenaknya bisa membakar hutan. Dengan langkah-langkah yang telah di susun itu, di harapkan benar-benar bisa mengatasi kebakaran hutan di negeri ini. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel